Selapanan dan Halal Bi Halal Jadi Awalan Berorganisasi Pelajar NU Sulang

0

Sulang – Pelajarnurembang.or.id | Selapanan dan halal bi halal menjadi awalan berorganisasi dan pererat tali silaturahmi antar anggota IPNU IPPNU sulang.

Salah satu adat unik saat Idul Fitri di Indonesia adalah adalah tradisi anjang atau mengunjungi sanak saudara atau biasa dijuluki dengan istilah “halal bi halal” yang dahulu di gagas oleh K.H. Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1948.

Dimana saat itu Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum. Sementara pemberontakan terjadi dimana-mana, diantaranya DI/TII, PKI Madiun. dengan adanya silaturahmi yang dinamai halal bi halal inilah para elit politik bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Tetapi saat ini Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) wilayah sulang tidak mengalami disintegrasi seperti zamannya Bung Karno. “halal bi halal ini mempunyai maksud untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan mulai dari awal kita berorganisasi hingga kegiatan selama bulan Ramadhan 1438 Hijriyah kemarin dan kita kemas menjadi satu dengan selapanan rutin” Sambutan rekan Irvanul Qorib selaku ketua IPNU Sulang.

Hal tersebut juga diamini oleh ketua IPNU Cabang Rembang rekan Ahmad Faiq Barik Lana, S.Sos. dalam sambutannya dalam pembukaan acara selapanan dan halal bi halal PAC IPNU IPPNU Sulang. “secara pribadi saya mengapresiasi betul kegiatan selapanan PAC IPNU IPPNU Sulang yang sudah istiqomah sampai detik ini” imbuhnya. Selapanan dan halal bihalal ini terselenggara setelah Sholat Jum’at (7/7) di Masjid Jami’ Nurul Falah Desa Kerep Kecamatan Sulang yang dihadiri 45 rekan IPNU dan 74 Rekanita IPPNU.

Budaya nusantara dalam hal silaturahmi sudah ada sejak zaman Walisongo hingga sekarang. Namun pada era teknologi dan komunikasi sekarang ini, silaturahmi, halal bihalal ataupun sejenisnya mengalami distorsi atau perubahan dengan cara media online. Hal ini sangat disayangkan oleh K.H. Qorib Said sebagai pembina IPNU IPPNU Sulang. “usahakan setelah riyoyo (idul fitri-red) bersiltaurahmi dengan kiai, karena doa beliau manjur dan dengan salaman mencium tangan kiai semoga bisa sambung hingga Nabi Agung Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam” pesan K.H. Qorib Said dalam mauidhoh hasanah.

Akhir acara kegiatan selapanan dan halal bihalal Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Sulang ditutup dengan salaman keliling beserta sholawat bersama dan tercerah senyum wajah rekan rekanita IPNU IPPNU Sulang (Kim/gendut).

Leave A Reply